Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Gusti Allah Ora Sare



Tuhan tidak Tidur... Ungkapan berbahasa jawa itu sebenarnya sudah ratusan tahun beredar di kalangan masyarakat jawa (pasti..tidak perlu diragukan). Namun, menurut koran kompas, ungkapan itu kembali banyak disebut saat wapres JK yang berasal dari seberang pulau jawa, meng-kutip nya. beberapa saat lalu. Menjadi agak bernuansa lain, karena bukan kebiasaan JK melontarkan suatu ungkapan dalam bahasa jawa, sedangkan dalam bahasa daerahnya sendiri pun tidak pernah dilakukannya (setidaknya sepengetahuan Kompas, hi hi...).

Sebenarnya, yang menarik justru makna dari ungkapan itu sendiri. Bagi JK, apa yang dialaminya saat ini, yang kalau saya tidak salah ingat, menyangkut kegagalan beliau bertahan di kursi Wapres/presiden, sudah ada yang men-design. Beliau meyakini bahwa ada rencana lain yang lebih baik, yang sedang dipersiapkan Gusti Allah, yang belum diketahui oleh pak JK itu sendiri, sampai saat kalimat/ungkapan itu dilontarkannya. Walau, ungkapan tersebut sebenarnya juga bisa bermakna ganda, tergantung situasi dan nada yang disampaikan. Kalimat tersebut, bisa berarti 'warning', yang bisa berbunyi..bahwa " Berhati-hati lah kamu.., yang menganiaya diriku.. Bahwa Tuhan tidak pernah Tidur, pasti melihat perbuatan mu pada diriku... dan Dia pasti tidak akan tinggal diam...' heem... Cukup serius ya...

Bukan karena kebetulan yang mengucapkan adalah seorang Wapres, maka kalimat itu menjadi agak unik dan dalam maknanya. Banyak orang yang memang sebelumnya sudah beranggapan seperti itu. Termasuk saya sendiri. Sejak saya masih kecil, kalimat itu sering didengung kan oleh almarhumah nenek saya. Waktu itu, ungkapan ini sering digunakan beliau hampir disegala situasi... Saat saya ketahuan oleh beliau meminum air kelapa di warung depan rumah, (masalahnya adalah karena saat itu jam 11 siang di bulan puasa), ungkapan itu keluar dari bibir beliau, sedikit bernada ancaman 'Gusti Allah Ora sare.. Mesti koe bakal di hukum karo Gusti Allah..'. (Pada waktu itu, saya jadi betul-betul menyesal..... kenapa tidak beli saja di warung ujung jalan, mungkin Gusti Allah Ora Sare, tapi yo Ora Weruh/Tidak tidur tapi juga tidak melihat...ha ha...). Contoh lain, saat saya sedang gundah, beliau juga berkata, bernada menghibur, bahwa..' Gusti Allah Ora sare...pasti akan membantu memecahkan masalah mu....' Atau, ketika saya bubar sama pacar, beliau dengan bijak masih menggunakan ungkapan itu, bernada setengah menghibur, setengah mengancam ... "Gusti Allah Ora Sare....kalau pacarmu yang salah, pasti sudah diatur agar kamu dapet yang lebih baik dan cantik...tapi kalo kamu yang ngawur, kamu bisa jadi perjaka tua..." begitu kata beliau... Alhamdulillah, saya ternyata cepat kawin....

Jadi rupanya ungkapan ini rada-rada multi fungsi... Soalnya adalah, seberapa jauh kita sudah menyampaikan masalah kita, berpasrah diri memohon pertolongannya dan meyakini, mensyukuri bahwa yang diberikan Gusti Allah itu adalah yang sebaik-baiknya rencana bagi kita ?

Bila belum... Bisa jadi bahwa Memang GUSTI ALLAH ORA SARE...TAPI YA ORA PEDULI..!..Tuhan Tidak Tidur, Tapi Beliau Juga Tidak Peduli....

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu diberi petunjuk dan jalan yang benar, serta dimudahkan untuk melaluinya.. Amin.






Salam.

Lari Masal......(2)

* Kisah sederhana seputar gempa jabar september 09
(bagian 2 dari 2 tulisan)


Teman teman sekalian, banyak sekali kisah-kisah menarik seputar bencana, dari yang dramatis, sampai hal-hal yang ringan.. Bila dicermati, Semua bisa memberi kita pelajaran yang baik. Di bagian pertama, secara sepintas kita sudah bicara tentang kekuatan fisik seseorang yang dapat mendukung performancenya dalam melarikan (baca ; menyelamatkan diri) dari bencana gempa.

Lalu, kekuatan apa lagi yang akan sangat membantu dalam situasi seperti ini ....... ?

Menurut saya, tidak lain adalah kekuatan DOA dan affirmasi.

Contoh dalam hal ini, adalah masih tentang HP, tapi hal ini dialami oleh teman wanita saya yang berkantor di salah satu gedung di kuningan, jakarta.
Sebelum gempa terjadi, teman saya yang sedang hamil muda ini sibuk mencari hp nya di ruangannya... Tapi sampai pusing keliling keliling, si Hp tak kunjung di jumpa. Karena itu, teman saya ini berinisiatif mencari kedalam mobilnya yang di parkir di halaman parkir di kantornya tersebut. Mungkin setelah makan siang diluar tadi, Hp tertinggal di mobil, pikirnya... Kebetulan, Hp nya juga sedang dalam kondisi silent, sehingga tidak bisa dilacak melalui telepon kantornya. Ternyata, di mobilnya, Hp itu tidak juga ketemu. Dengan setengah putus asa teman ini berniat kembali ke kantornya di lantai 7 gedung tersebut...

....Saat itulah guncangan terjadi....

Dia sangat bersyukur bahwa dia sedang berada di bawah, sehingga tidak perlu ikut berdesakan dan ber-panik ria menuruni tangga darurat, yang untuk kondisi hamil tentu cukup membahayakan.... Anehnya, saat situasi sudah normal, Hp nya ditemukan di laci meja nya. Sedangkan dia sangat meyakini bahwa beberapa kali dia sudah memeriksa laci tersebut... Heemmm.... Andai hp nya tidak "hilang", mungkin akhir cerita akan sedikit berbeda ya...

Satu contoh lagi, yang dialami teman pria saya, yang juga berkantor di salah satu gedung tinggi di jakarta. Saat guncangan terjadi, ditengah kepanikan orang-orang meninggalkan tempatnya dan berdesakan menuruni tangga darurat yang sempit, teman saya ini bahkan mengalami kesulitan memasuki tangga darurat karena penuh sesaknya orang2 yang menuruni tangga. Dia menuturkan, sempat akan menunda niatnya melewati tangga.. tetapi dorongan dari orang2 panik di belakangnya yang kuat, tidaklah terlawan.
Dengan pasrah dia ikut memasuki tangga yang penuh sesak, sambil melafalkan doa dan afirmasi yang memang sering di panjatkan dan diucapkannya.... Ajaibnya, teman saya seolah tidak ingat lagi apa yang terjadi. Sadar-sadar, dia sudah berada di bawah, di area parkir mobil, dengan kondisi baik, nafas biasa tanpa tersengal... Seolah tidak habis menuruni ribuan anak tangga dalam kepanikan. Teman saya ini benar2 sama sekali tidak ingat bagaimana proses dia bisa sampai di bawah...

Kejadian pada Kedua contoh tersebut, bagi saya bukanlah suatu kebetulan belaka. Tetapi hal tersebut adalah juga merupakan suatu hasil "latihan" olah batin dan praktek spiritual yang terus menerus.. Dimana doa dan afirmasi sudah menjadi nafasnya, meditasi sudah menjadi salah satu kebutuhan hariannya, disamping kebutuhan ritual keagamaannya.
Disadari atau tidak, menurut saya ada suatu kekuatan yang besar, yang telah menuntun mereka sehingga terhindar dari keadaan yang kurang menguntungkan itu... teman wanita saya, Hp nya telah "di sembunyikan" oleh energi/zat yang Maha Agung, sehingga secara tidak langsung (menurut saya sih secara langsung), diselamatkan dari keadaan yang kurang menguntungkan, yaitu berlarian berebutan menuruni ratusan anak tangga dalam kondisi berbadan dua.
Sedangkan teman pria saya, juga langsung di bukakan jalan yang lapang dihadapannya, sehingga tanpa kesulitan, dengan sangat cepat dia bisa sampai dibawah..walau tanpa dia ingat lagi prosesnya... Saya yakin, saat proses berlangsung, dia dituntun oleh energi/zat yang maha agung untuk menuruni tangga, dan tak seorangpun menjadi korbannya,... korban kecepatan gerak dan mungkin liukan tubuhnya menguak kerumunan dan jejalan sekian banyak orang di tangga darurat itu. Karena, energi yang membantunya adalah energi positif, hasil ketekunannya memanjatkan doa kepada Allah swt, sehingga tidaklah akan mencederai orang-orang disekitarnya.

Banyak sekali kisah lain yang lebih dramatis dan mengagumkan tentunya dalam upaya manusia menyelamatkan diri dari bencana. Namun, dari kisah sederhana ini pun, kita sudah bisa belajar banyak tentang kebesaran Nya...

Ah..serius sekali bagian ke 2 ini
...

Salam

Lari Masal.... (1)


* Kisah sederhana seputar gempa jabar september 09
(bag 1 dari 2 tulisan)

Teman2 sekalian, banyak kisah menarik seputar gempa kemarin. Lihat saja di siaran TV, begitu gempa terjadi, ribuan orang berlarian keluar gedung atau bangunan... lalu setelah mereka merasa diri mereka aman, hampir serentak mereka mengeluarkan hp dari saku masing- masing, berusaha berkomunikasi dengan HP nya. Hal itu pun saya alami sendiri, begitu keluar dari gedung marketing, orang2 disana langsung mengeluarkan hp nya, TERMASUK saya....KECUALI teman baik saya....satu satunya orang disana yang tidak terbebani dan tidak terpengaruh dengan orang-orang lain untuk segera berkomunikasi dengan alat canggihnya. Saya sempat terkagum, alangkah tabah jiwanya, kuat mentalnya.. Heem, benar-benar teman yang unik, pikir saya...... Usut punya usut... Saat gempa terjadi, teman baik saya ini termasuk yang aktif melarikan diri dari gedung benang.. Karena agak getol dalam hal melarikan diri ini, Hp nya tertinggal di ruang rapat... padahal Hp nya tersebut adalah Hp kebanggaannya yang termasuk tipe terbaru, yaitu Nokia seri komunikator !! ...walhasil teman ini tidak berusaha dengan segera untuk berkomunikasi dengan Hp nya... Tidak juga dengan segera berani untuk kembali demi menyelamatkan si Hp... Tapi untungnya beberapa menit kemudian, komunikator nya sudah saya lihat bertengger di pipinya..mencoba berkomunikasi juga rupanya, walau agak terlambat.... entah apa dia benar-benar sedang bicara dengan seseorang diseberang telponnya, atau hanya berpura-pura, karena malu dan gengsi sudah kehilangan moment...dari sini saya berpikir bahwa ternyata... Tidak semua hal bisa berjalan mulus di dalam kepanikan... Walau benda kesayangan, bisa juga terlupakan dalam kebingungan.... Gempa memang luar biasa, semua orang berusaha mengikuti naluri untuk menyelamatkan diri dari bencana ini...tidak pandang badan besar, ratusan kilo besi terangkat didalam gym...yang diperlukan ternyata bukanlah kekuatan belaka, tapi kecepatan... Berlari..... Berlari hingga hampir hilang hp sendiri...ha ha ha.....

Walau, di lain sisi, harus diakui bahwa kekuatan fisik pun (terutama di kaki, hi..hi..) ternyata memegang peranan cukup penting di saat seperti ini... Rangkaian Latihan intensif di gym dan bekal ilmu bela diri terbukti menyumbang peran yang signifikan terhadap kemampuan kakinya dalam menyelamatkan diri... Memang Liukan tubuhnya dan kecepatan geraknya menunjukan kepiawaian yang selalu terasah..sekelas pedekar silat tingkat atas.... Tapi setidaknya kelincahan/kegesitan dalam menyelinap diantara puluhan orang panik, menunjukan betapa sepasang kakinya memiliki kekuatan luar biasa dan sangat terlatih. Terbukti pada teman saya ini, walau saya lebih dulu keluar dari ruang meeting, sedangkan dia berada di posisi paling jauh dari pintu keluar ruangan, ternyata justru dia yang paling dulu tiba di tempat terbuka di bawah, meski Hp nya harus tertinggal..he he... Pendekar saktipun pasti memiliki kelemahan laah..

Salam...

SAKIT


Rajin latihan kok masih bisa sakit mas…?” Pertanyaan itu masih sering mampir ke telinga saya setiap saya beralasan untuk tidak menghadiri satu sesi acara tertentu.. Hemm, apapun sebab sebenarnya, apakah sekedar alasan atau memang benar-benar sakit, pernyataan bahwa saya sakit pernah saya hindari untuk saya ucapkan. DEMI GENGSI tentu saja…. Bagaimana Tidak ?... Olahraga pernafasan yang saya tekuni. sering dikaitkan dengan kesaktian, ataupun kehebatannya mengatasi segala macam penyakit… yang menurut saya sendiri, terlalu berlebih-lebihan ! Apalagi, track record latihan saya disanggar tempat saya berlatih, sungguh mengagumkan diri saya sendiri.

Saya pernah datang latihan ke sanggar, setiap hari, sehari sampai dua kali pula, yaitu sehabis subuh dan menjelang magrib…termasuk dibulan puasa !. Bukan..bukan sedang mengejar absent untuk memenuhi persyaratan kenaikan tingkat…sama sekali bukan. Saya waktu itu memang sudah tidak bisa berhenti, karena rasanya malah jadi tidak enak badan kalau porsi latihan dikurangi, apalagi sampai dihentikan. Saking “Maniak”nya, sampai-sampai, disebuah acara latihan bersama di Lembang-Bandung, para pembimbing menganugerahi saya hadiah dan gelar sebagai peserta terajin (bukan terbaik, tersehat, terkuat apalagi terdahsyat, tapi cukup terajin.. ha ha ha..), alasannya entah mereka bermaksud menyindir supaya saya tidak terlalu maniak atau memang ikut-ikutan kagum. Belakangan saya menyadari bahwa saya overtraining, sehingga secara bertahap saya kurangi porsi latihan-latihan saya.

Kembali ke cerita awal, bahwa dulu saya sering menghindari pernyataan sakit, hal itu membuat saya sering merasa tidak nyaman sendiri. Satu jawaban nyeleneh pernah disampaikan kawan saya yang sering juga menerima pertanyaan yang sama “Nabi saja yang ilmunya se jagad bisa sakit dan meninggal kok..apalagi kita..” katanya, serius banget. Waah.. kalau jawaban saya, tidak pernah se ekstrim itu ..paling saya bilang, “ …..ya memang, apalagi kalau saya tidak pernah latihan..mungkin saya sudah mati..!!!! (sambil urat leher ditarik, mata dilebar-lebarkan, alis agak diangkat, dan tangan menonjok….he he, ekstrim juga ya ?) .

Terlepas dari ekstrim atau tidak, kedua jawaban “ngarang” diatas ada betulnya juga, kenapa kita bisa sakit ? terlepas bahwa sakit adalah anugerah dan berhikmah yang tinggi bagi kita yang bersyukur, dan merupakan peringatan dari Yang Maha Agung agar kita selalu mempunyai waktu untuk melihat kembali ke dalam diri, selalu mengingat Nya, serta menyadari keterbatasan-keterbatasan diri kita…, Sakit adalah suatu bentuk protes tubuh atas masuknya tekanan yang kuat kedalam diri kita. Namun demikian, Tubuh kita memiliki mekanisme yang hebat untuk menyesuaikan diri atas seluruh tekanan yang dialaminya. Didalam diri tersimpan potensi penyembuhan, baik menyembuhkan penyakit fisik maupun batin. Latihan-latihan pernafasan, meditasi ataupun olahraga yang biasa dilakukan adalah sekedar metoda untuk dapat lebih mengenal setiap dimensi dalam diri sendiri, karena disinilah potensi penyembuhan tubuh dapat ditingkatkan. Jadi sekali lagi, latihan-latihan itu hanya alat bantu untuk memperkuat, mengoptimalkan potensi tubuh dalam mengatasi suatu penyakit…artinya, ya kita pasti bisa tetap sakit laah, hanya saja kekuatan penyembuhan dalam tubuh jadi bisa lebih baik… untuk mereka yang rajin berolahraga, Insya Allah proses penyembuhan penyakit bisa jauh lebih cepat daripada yang tidak pernah.

Sekarang, gengsi itu sudah saya buang… jadi saya selalu menjawab bahwa saya sedang sakit (kalau memang sakit, he he..). Dengan mantap saya bilang, bahwa sakit itu proses biasaaa saja.. ha ha… latihan adalah untuk mempercepat proses penyembuhannya…

…Tapi, tetap saja ada yang bilang…Aaah Allasaaann….

Salam

KAMPRET

Teman saya dari salah satu komunitas meditasi yang pernah saya ikuti, orang jawa asli, pernah mengajak saya melihat sanggar meditasi dirumahnya yang baru di renovasi. Sanggarnya cukup asri, karena terletak dipinggir kolam ikan yang suara airnya mengalir memecah bebatuan. Tetapi yang paling menarik perhatian saya, adalah sebuah pajangan unik berupa seekor burung kecil berwarna hitam dengan paruh kekuningan. Menjadi aneh dimata saya, karena baru di sanggar inilah saya melihat sebuah hiasan yang tidak lazim ditempatkan di sebuah ruangan, yang katanya biasa dipakai untuk ber meditasi.

“Itu namanya kampret, mas..” kata kawan saya saat melihat saya memandangi burungnya. Saya pikir dia hanya berseloroh…tetapi raut mukanya tidak pernah se serius itu sepanjang lima tahun saya berkawan. “Kalau diluar negeri, mungkin namanya jadi Batman...” sambungnya. Saya memang agak sulit membedakan bentuk burung itu dengan kelelawar…apalagi satu-satunya kelelawar yang saya sering lihat, Cuma yang jadi symbol batman itu. Lalu, mulailah teman saya ini dengan hikayat burungnya, yang konon amat bertuah bagi dirinya dan usahanya. Menurut teman saya, burungnya datang bersama mimpinya..maksudnya, dia bermimpi bahwa seorang tua datang memberinya seekor burung. Tapi jangan dipikir bahwa saat dia membuka mata, burungnya sudah berada ditangannya…belum… dia masih harus pergi ke pasar burung, hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan mulai mencari seekor burung. Padahal, wujud burung tersebut didalam mimpi juga tidak jelas. Lalu bagaimana beliau ini bisa memilih burung kecil hitam itu diantara ratusan burung lain dipasar ? menurutnya, si burung “berbicara” pada teman saya itu. Timbul keyakinan dihatinya, ibarat sedang jatuh cinta.. yes, that’s it..this is the one that I want… begitu katanya. Singkat kata, burung dibeli dengan harga Rp.15.000,- harga yang menurut saya seharusnya bisa mendapat paling tidak 5 ekor !

“Apa kicauannya yang merdu yang bisa memberi inspirasi, mas ?” Tanya saya.. Tapi jawabnya makin membuat kening saya berkerut…”Sampeyan jangan salah, mas arief… si kampret ini sama sekali gak bisa bunyi !” ,.. Wah benar-benar kampret ! pikir saya..(saya sendiri mulai gak pasti, siapa yang saya maksud, burungnya atau dirinya). Teman saya ini mengatakan, bahwa dengan memandangi burung ini saja, selama dia bermeditasi (teman saya, bukan burungnya), akan terjadi dialog batin diantara mereka.. dimana dalam dialog sering ditemukan ide-ide dan ilham serta pemecahan dari masalah yang sedang dihadapinya. Segala masalah selalu di”bicarakan” dengan si kampret ini, selama meditasinya. Menurut teman saya ini, banyak hal yang bisa terpecahkan dalam dialog ini, dari masalah bisnisnya hingga keluarganya…usahanya makin maju berkat saran dari burungnya, katanya. Konon nama burung inipun, didapat dari si burung itu sendiri dalam dialog batinnya. Teman saya bilang, waktu burung nya itu masih hidup, walau di tawar seratus juta pun tidak akan dijual.. Suatu ketika, burungnya pun akhirnya mati (seratus juta pun melayang, pikir saya), tetapi dengan semangat untuk tetap mempertahankan siburung, akhirnya si kampret inipun diawetkan. Walau demikian, menurut teman saya, jiwa si kampret ini tidak pernah hilang, dan selalu ada untuknya. Sehingga sampai sekarang, dia masih melakukan dialog dengan jiwa si burung ini, serta masih banyak mendapat ide segar dari si burung.

Saya mencoba mencari logika dibelakang kelakuan unik kawan saya ini, bahwa pikiran kita terdiri dari alam sadar, dan bawah sadar. Dimana sebagian besar hidup kita justru dikontrol oleh bawah sadar ini. Alam bawah sadar ini sangatlah powerfull, dimana seluruh informasi yang masuk, bahkan sejak kita masih bayi, akan terus terekam dan tidak pernah akan terhapus. Tinggal bagaimana kemudian kita dapat memanfaatkan iinformasi itu, dengan kata lain, bagaimana kita dapat dengan cepat masuk ke alam bawah sadar ini, dan menggunakan informasi yang sudah tersedia disana se optimal mungkin. Saya pernah belajar penggunaan metode jangkar (anchoring), dimana kita menggunakan suatu alat, bisa berupa sikap/posisi tubuh, bunyi-bunyian, isyarat, atau doa dan dzikir untuk memasuki kondisi khusuk, yang akan mempermudah kita dengan cepat memasuki alam bawah sadar ini. Saya jadi menduga bahwa bisa dibilang sebenarnya teman saya ini menggunakan si kampret nya sebagai jangkar untuk memasuki dan mengakses informasi bawah sadarnya untuk kepentingan hidupnya. Namun ketika saya mencoba berteori, dia justru bilang…”Mas.., si Kampret iki adalah titisan leluhur..pasti leluhur ku ini orang pinter..yang bisa ngasih aku ide-ide… Tapi Sampeyan nek Ora Percaya, ya wis..”… Walllaaaah…..sementara teman-teman saya yang lain kadang menggunakan istilah “kampret” sebagai makian, ungkapan kekesalan karena sebuah kegagalan (baca: keberhasilan yang tertunda), tapi manusia jawa ini menggunakannya justru untuk keberuntungan…..

Oya, nama teman saya itu Andre. Bukan Andrea Hirata, teman saya ini jawa asli nama lengkapnya Andreas witono. Saya tidak khawatir dia membaca tulisan ini, karena dia pernah bilang pada saya bahwa dia tidak akan pernah ada waktu gabung dengan FB. Tapi entahlah, apa prinsipnya ini akan berubah jika si kampret membisikinya untuk gabung..

Salam.

DIE ANOTHER DAY

* Sebuah inspirasi dari tulisan Mbak Ujie "Die before you Die" di Face Book- 22/12/08..

:-) Setuju banget sama tulisannya, sister

Let’s just Die another day…. Bahwa ada kelanjutan dari hidup kita saat ini, dimana kematian hanyalah masalah ketidak mampuan tubuh melawan perputaran alam.

Seperti mesin-mesin di pabrik saya, tubuh juga mempunyai “life time” yang sudah bisa diperkirakan. Ke- awetan mesin-mesin itu, juga ditentukan oleh pemeliharaannya, baik secara fisik maupun non fisik. Perawatan fisik sudah umum dilakukan.. namun Non fisik yang kerap diabaikan.

Saya teringat banyak leluhur kita yang men Sakral kan benda-benda tertentu, dari mulai senjata, kereta, tempat-tempat/area tertentu, bahkan benda-benda yang kelihatannya sepele seperti payung dan sandal. Selain perawatan fisik seperti perbaikan dan pembersihan, dilakukan pula rangkaian laku spiritual seperti memberikan kemenyan dll, atas benda-benda tersebut.

Saya melihat bahwa esensi spiritual dari pen “Sakral” an tersebut, terlepas dari tujuan2 lain mereka, adalah memberikan jiwa, roh, spirit serta semangat kepada benda-benda tersebut sehingga seolah jadi menyatu, lebur dengan diri mereka. Hasilnya adalah Totalitas yang sempurna…. Penghayatan yang dahsyat… unconditional love.. Sehingga tidak heran bila kadang hanya karena merasa payungnya terusik, darah harus mengalir.

Sementara ini, di jaman ini, aspek fisik sudah jarang di kaitkan dengan non fisik. Di pabrik tempat saya contohnya, aspek ini pun sulit dikembangkan… bukan berarti bahwa saya mau mesin-mesin pabrik di beri kemenyan secara rutin, tapi hati lah yang harus banyak bicara.. seberapa jauh kita bisa menyelimuti mesin dengan aura cinta kasih, seberapa jauh diri kita, jiwa kita melebur dengan "jiwa" mesin…hal-hal tersebut akan mempengaruhi bukan saja usia dari mesin, tetapi kondisinya berpengaruh kuat terhadap masa transisi dengan mesin baru saat mesin ini sudah harus berhenti beroperasi total.

Bila kita melihat tubuh fisik kita, maka transisi kehidupan jiwa, roh, spirit disaat tubuh ini sudah harus berhenti total beroperasi, adalah bagaimana selama ini kita mengelola, mengolah, dan mempertahankan keseimbangan antara aspek fisik dan non fisik ini. Sehingga buat saya, life is forever… Dengan keseimbangan ini, masa transisi dari “mesin lama, ke mesin baru” dari kehidupan sekarang ke kehidupan baru akan berjalan baik… keindahan Transisi kehidupan yang mbak Ujie ceritakan terjadi atas diri kawan kita akibat meledaknya tabung gas itu, saya yakini adalah hasil olahan yang mumpuni atas kedua aspek tadi.

Banyak contoh bahwa mereka yang sudah mendahului kita berpindah ke kehidupan lain, masih pula terasa “hidup” di tengah kita saat ini. Kita masih bisa merasakan semangatnya, dengus nafas perjuangannya.. masih bisa mencium harum namanya.. dan masih bisa merasakan manfaat ilmunya yang tak terbatas… buat saya, they just never die..


......So, Let’s Die Another Day….’


Salam



Powered By Blogger

WeLCoMe....


SELAMAT DATANG ....
ANDA BERADA DI HALAMAN UTAMA DARI

" MY WONDERFUL WORLD ".

DARI HALAMAN UTAMA INI, ANDA DAPAT
MENG-AKSES TULISAN-TULISAN RINGAN
SAYA (CoRat- CorET) dan (Kata Hati)

ATAU TULISAN YANG INSPIRATIF TENTANG DUNIA MARKETING DAN MANAGEMENT (MarKetinG & ManAjeMeN Tips) SERTA PENDAPAT DARI PARA PAKAR ATAU PUBLIC FIGURE (BinTang TaMu) ,

SEDIKIT BANYAK TENTANG SAYA (Personal) DAN
HAL-HAL LAINNYA YANG MENARIK.

SALAM
Arief


Powered By Blogger